Probolinggo 05 April 2026-Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menggelar kegiatan pembekalan bagi mahasiswa peserta Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Santri Mengabdi, pada Sabtu, 5 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Rektor Universitas Nurul Jadid.
Pembekalan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I, M. Noer Fadli Hidayat, M.Kom., Kepala LP3M, Fathor Rozi, M.Pd., serta Ahmad Zubaidi, M.Pd. selaku PIC MBKM. Turut hadir pula para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan 15 mahasiswa peserta MBKM yang akan ditempatkan di lima mitra pengabdian.
Adapun pesantren mitra yang menjadi lokasi pengabdian meliputi Pondok Pesantren Al-Mujahid Lampung, Pondok Pesantren An-Nahdoh Malaysia, PP. Al-Luthfi Lolanan Manado, PP. Nurul Furqon Wakatobi, serta PP. Darul Falah Ternate.
Dalam arahannya, Wakil Rektor I menyampaikan bahwa program MBKM ini merupakan bagian dari upaya UNUJA dalam memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa di luar kampus. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengasah keterampilan, meningkatkan kemampuan adaptasi lingkungan, serta mengenalkan misi pesantren Nurul Jadid di berbagai daerah.
“Mahasiswa harus meniatkan diri untuk belajar, bukan semata-mata mengajar. Meskipun nantinya diminta mengajar sesuai keahlian, tetaplah menjadikan proses ini sebagai sarana belajar dan pengembangan diri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LP3M UNUJA, Fathor Rozi, M.Pd., menekankan bahwa program MBKM Santri Mengabdi juga menjadi wadah integrasi antara penelitian, pengabdian, dan pembelajaran. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir untuk mengabdi, tetapi juga diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan di lapangan, mengkaji secara akademik, dan memberikan solusi berbasis keilmuan.
“Program ini dirancang sebagai bentuk integrasi tridarma perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya belajar dan mengabdi, tetapi juga melakukan proses penelitian sederhana yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga menghasilkan pembelajaran yang kontekstual dan berdampak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil dari kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan keilmuan sekaligus kontribusi nyata bagi pesantren mitra. Kegiatan ini merupakan implementasi dari visi Universitas Nurul Jadid sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang berdampak bagi masyarakat luas.