Paiton, 22 April 2026 — Tujuh dosen Universitas Nurul Jadid (UNUJA) berhasil meraih Hibah Program Penelitian Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Pencapaian ini menjadi bukti meningkatnya kualitas riset serta kontribusi akademik UNUJA dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
Pada skema Penelitian Fundamental, tiga dosen berhasil memperoleh pendanaan dengan nilai signifikan. Fathorazi Nur Fajri mengusung riset peningkatan algoritma YOLO untuk deteksi alat pelindung diri di lingkungan pembangkit listrik dengan kondisi cahaya rendah, dengan pendanaan sebesar Rp113.510.000. Sementara itu, Husnul Khotimah mengembangkan toolkit teknologi untuk skrining dan perencanaan keluarga pranikah berbasis budaya sebagai upaya pencegahan kematian ibu dan balita dengan dana Rp118.200.000. Adapun Wali Ja’far Shudiq meneliti sensitivitas kuantisasi TensorFlow Lite terhadap arsitektur CNN ringan untuk klasifikasi kesegaran buah berbasis Android dengan pendanaan Rp78.720.000.
Pada kategori Penelitian Dosen Pemula, empat dosen lainnya turut mencatatkan prestasi. Desy Bariyyatul Qibtiyah mengkaji perilaku konsumsi siswa melalui perspektif food preference dan food neophobia dengan pendanaan Rp41.680.000. Sutra Wardatul Jannah mengembangkan sistem monitoring visual kesehatan daun dan kontrol nutrisi melon hidroponik berbasis algoritma YOLO dan Internet of Things (IoT) dengan dana Rp37.770.000. Ratri Enggar Pawening merancang sistem pemantauan kapasitas tempat sampah berbasis YOLOv8-segmentation di lingkungan pesantren dengan pendanaan Rp37.290.000. Sementara itu, Moh. Sukron mengembangkan arsitektur offline-first dengan sinkronisasi data otomatis untuk sistem point of sale (POS) UMKM berbasis web-Flutter pada kondisi jaringan tidak stabil dengan dukungan dana Rp37.770.000.
Secara keseluruhan, total pendanaan hibah penelitian yang diperoleh UNUJA pada tahun 2026 mencapai Rp464.940.000 (empat ratus enam puluh empat juta sembilan ratus empat puluh ribu rupiah).
Ketua LP3M UNUJA, Fathor Rozi, M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga motivasi bagi para dosen untuk terus meningkatkan kualitas penelitian. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dosen UNUJA mampu bersaing di tingkat nasional dengan menghadirkan riset yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa meskipun tahun ini belum memperoleh hibah pada skema pengabdian kepada masyarakat, UNUJA berhasil meraih tiga judul pada skema penelitian fundamental.
Lebih lanjut, ia berharap hasil penelitian tersebut dapat memberikan dampak nyata, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, maupun penguatan daya saing institusi di tingkat nasional dan internasional.
Dengan raihan hibah ini, UNUJA semakin menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta tetap berorientasi pada nilai-nilai kemaslahatan umat.