Manado, 12 April 2026 — Universitas Nurul Jadid (UNUJA) kembali mengirim dua mahasiswa untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Al-Luthfi Lolanan, Desa Lolanan, Kecamatan Sang Tombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Santri Mengabdi yang telah berjalan pada periode sebelumnya dan dinilai memberikan dampak positif bagi penguatan kapasitas pendidikan pesantren di wilayah kepulauan.
Pada periode sebelumnya, dua mahasiswa UNUJA yang ditugaskan adalah Zukhruf Haur Arrofidah dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Anggi Reka Aufa Zabadi dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Keduanya berhasil memberikan bekal dasar dalam penguatan kecakapan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris bagi para santri, sekaligus membantu pembiasaan metode pembelajaran bahasa yang lebih komunikatif di lingkungan pesantren.
Sementara itu, pada tahap pengabdian kali ini, UNUJA menugaskan M. Iqbal Syauqi Al Furqoni dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Muhammad Nafi’ Iqbal Hidayat dari Program Studi Informatika. Fokus pengabdian tidak hanya melanjutkan penguatan kemampuan Bahasa Inggris, tetapi juga mengembangkan sistem informasi pesantren berbasis digitalisasi untuk mendukung tata kelola administrasi dan pembelajaran yang lebih modern dan efektif.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNUJA, M. Ainol Yaqin, M.Kom, menjelaskan bahwa program ini dirancang selama satu semester, terhitung sejak April hingga September 2026, dengan indikator capaian yang telah disepakati antara kampus dan pihak pesantren. “Tahap sebelumnya telah memberikan fondasi dasar dalam penguasaan bahasa. Pada tahap ini, kami ingin mendorong transformasi digital pesantren agar pengelolaan administrasi dan pembelajaran semakin tertata,” ujarnya.
Kepala Pesantren Al-Luthfi Lolanan, Ari Paputungan, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas konsistensi keterlibatan UNUJA dalam pengembangan pendidikan pesantren di wilayah tersebut. Ia berharap program MBKM Santri Mengabdi ini dapat terus berlanjut karena terbukti memberikan dampak nyata, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di pesantren yang berada di kawasan kepulauan dengan keterbatasan akses pendidikan.