UNUJA Kirim Empat Mahasiswa untuk Pengabdian Internasional di Malaysia

5 Diakses
  • Bagikan :

Universitas Nurul Jadid kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan program internasional dengan mengirim mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam program Santri Mengabdi tahun 2026 di Malaysia.

Sebanyak empat mahasiswa terpilih diberangkatkan sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan oleh pesantren mitra. Mereka adalah Ismawati dan Siti Mu’allifah dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, M. Asyrof Maulana Ibnu Sulton dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta Amirah Ilfana Putri dari Program Studi Pendidikan Matematika.
Para mahasiswa ini akan melaksanakan pengabdian internasional selama 90 hari, terhitung mulai 9 April 2026, di Pondok Pesantren An-Nahdoh yang berada di bawah naungan PCI NU Malaysia.

Dalam arahannya, Wakil Rektor I UNUJA, M. Noer Fadli Hidayat, menyampaikan bahwa program MBKM merupakan bagian dari upaya kampus dalam memberikan pengalaman belajar di luar kelas. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana belajar dan pengembangan diri.
“Mahasiswa harus meniatkan diri untuk belajar, bukan semata-mata mengajar. Meskipun nantinya diminta mengajar sesuai keahlian, tetaplah menjadikan proses ini sebagai sarana belajar dan pengembangan diri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LP3M UNUJA, Fathor Rozi, menekankan bahwa program ini merupakan bentuk integrasi tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap mahasiswa tidak hanya hadir untuk mengabdi, tetapi juga mampu mengidentifikasi permasalahan di lapangan dan memberikan solusi berbasis keilmuan.

“Program ini dirancang sebagai bentuk integrasi tridarma perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya belajar dan mengabdi, tetapi juga melakukan proses penelitian sederhana yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, Mudir Pondok Pesantren An-Nahdoh, Rijal Jamian, menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNUJA dalam pengembangan pendidikan di pesantrennya. Ia berharap kerja sama ini terus ditingkatkan agar memberikan dampak nyata bagi para santri.
“Kami berharap kegiatan pengabdian dosen dan mahasiswa internasional di pesantren kami terus dikembangkan sehingga mampu memberikan dampak positif serta mempersiapkan santri menuju jenjang pendidikan berikutnya,” tuturnya.
Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas akademik dan sosial mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi pendidikan lintas negara antara Indonesia dan Malaysia dalam pengembangan pendidikan pesantren berbasis global.