Monitoring KKN-MBKM Internasional UNUJA di Malaysia, Rektor: Pastikan Dakwah dan Kolaborasi Internasional Berjalan Baik

344 Diakses
  • Bagikan :

Universitas Nurul Jadid (UNUJA) terus meneguhkan kiprahnya di kancah global melalui pelaksanaan Monitoring KKN-MBKM Internasional yang berlangsung pada Senin–Selasa, 8–9 September 2025, di Pesantren An-Nahdlah, Jalan Masjid, Kampung Tanjung Sepat Darat, Selangor, Malaysia. Kegiatan ini tidak hanya sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi pesantren dalam memperluas pengabdian dan dakwah Islam hingga tingkat ASEAN.

Dalam program ini, empat mahasiswa terpilih dipercaya menjadi delegasi utama, yakni Zelviatus Zahroh dari Program Studi Ekonomi FSOSHUM, Fatimatuzzahra dari Program Studi Pendidikan Matematika FSOSHUM, Nuzulia Qur’ani dari Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI, dan Ismia Khilyati Salwa dari Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir FAI. Kehadiran mereka mencerminkan wajah muda UNUJA yang siap bersaing secara akademik, religius, dan sosial di ranah internasional.

Rangkaian monitoring dipimpin langsung oleh Rektor UNUJA, Dr. KH. Najiburrahman, M.Ag., yang hadir bersama Ibu Rektor. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu langkah strategis UNUJA untuk membawa nilai-nilai Islam moderat dari pesantren ke tingkat regional. “KKN-MBKM Internasional ini adalah sarana penting bagi UNUJA untuk menyebarkan dakwah Islam di level ASEAN. Pesantren memiliki tradisi yang kaya dalam pendidikan moral, spiritual, dan sosial. Kini, tradisi itu harus dipresentasikan secara global agar Islam rahmatan lil ‘alamin dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lintas bangsa,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dakwah tidak cukup dilakukan di dalam negeri, tetapi harus menyentuh ranah global dengan pendekatan akademik, kolaboratif, dan humanis.

Sejalan dengan hal itu, Wakil Rektor III UNUJA, Dr. H. Hasan Baharun, M.Pd., menekankan dimensi strategis dari kegiatan ini dalam konteks pengembangan perguruan tinggi. “Program ini merupakan implementasi langsung dari Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi, khususnya pada aspek kerja sama dan internasionalisasi tridarma. Melalui KKN-MBKM Internasional, UNUJA bukan hanya mengirim mahasiswa untuk belajar dan mengabdi, tetapi juga menunjukkan kapasitas institusionalnya dalam membangun jejaring global. Dengan demikian, UNUJA dapat berkontribusi dalam membentuk generasi yang tidak hanya berorientasi lokal, tetapi juga siap menghadapi tantangan global dengan kompetensi akademik dan kepekaan sosial yang tinggi,” ungkapnya.

Turut mendampingi kegiatan tersebut, Zainal Arifin, M.Kom., Dekan Fakultas Teknik UNUJA, serta dukungan dari P4NJ Malaysia dan Hasan bin Jali dari Universitas Kuala Lumpur Malaysia. Kolaborasi ini memperkuat jejaring kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Malaysia, menandai hubungan erat antar lembaga yang saling mendukung dalam bidang riset, dakwah, dan pengabdian masyarakat.

Selain agenda monitoring di pesantren, rombongan UNUJA juga dijadwalkan untuk bertemu dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Pertemuan ini diarahkan untuk penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) sekaligus penjajakan kemitraan dengan sejumlah instansi di Malaysia. Langkah ini dipandang sebagai pintu masuk bagi peluang lebih luas dalam pengembangan program akademik, penelitian, dan dakwah lintas negara.