UNUJA Gelar Bimtek Proposal Hibah Kemendikbudristek Dikti 2026

55 Diakses
  • Bagikan :

Universitas Nurul Jadid (UNUJA) melalui Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Proposal Hibah Kemendikbudristek–Dikti Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dosen dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kompetisi hibah nasional.

Kepala LP3M UNUJA, Dr. Achmad Fawaid, M.A., M.A., menyampaikan bahwa bimtek ini menjadi ruang strategis bagi dosen untuk memahami standar dan karakter penilaian proposal hibah yang ditetapkan oleh kementerian.

“Proposal hibah itu sangat rigid dalam proses seleksi di sistem BIMA. Mulai dari penggunaan font, sistem sitasi, hingga jumlah kata pada template yang telah ditentukan. Kesalahan kecil bisa berdampak besar pada hasil seleksi,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, LP3M menghadirkan narasumber internal, Fathorazi Nur Fajri, M.Kom., dosen Universitas Nurul Jadid sekaligus Penerima Hibah Prototype Tahun 2024 dan Hibah Fundamental Tahun 2025. Kehadirannya dinilai strategis karena memiliki pengalaman langsung dalam menembus skema hibah nasional.

“Proposal yang baik bukan hanya menarik secara substansi, tetapi juga harus patuh sepenuhnya pada pedoman. Banyak proposal gugur bukan karena idenya lemah, melainkan karena tidak disiplin mengikuti template,” tegas Fathorazi.
Ia menambahkan bahwa kesesuaian antara topik proposal, rekam jejak dosen, dan skema hibah menjadi faktor utama dalam penilaian.

“Reviewer sangat memperhatikan linearitas keilmuan. Jika latar belakang keilmuan dosen tidak tampak jelas dalam proposal, peluang lolos akan semakin kecil,” jelasnya.

Selain itu, Fathorazi juga menyoroti pentingnya ketepatan dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“RAB harus realistis, logis, dan sesuai luaran. Jangan sampai anggaran besar, tetapi target luaran tidak sebanding. Ini sering menjadi catatan kritis reviewer,” katanya.

Kegiatan bimtek ini dibagi menjadi dua tahap. Pada tahap awal, narasumber memaparkan strategi persiapan sebelum submit proposal, termasuk pemetaan isu-isu prioritas kementerian untuk tahun 2026 serta kesesuaian proposal dengan kompetensi dosen.

“Keberhasilan memperoleh hibah itu 99 persen ditentukan oleh kesiapan. Mulai dari ide, data pendukung, rekam jejak publikasi, hingga profil Google Scholar dan SINTA harus dipersiapkan sejak awal,” tambah Fathorazi.

Melalui kegiatan ini, UNUJA berharap dosen semakin siap dan percaya diri dalam menyusun proposal hibah yang berkualitas, kompetitif, dan berpeluang besar lolos pendanaan pada tahun 2026.