UNUJA dan UPN Dorong Sekolah Batasi Penggunaan HP Lewat Riset DIGIDETOX-QU

21 Diakses
  • Bagikan :

Probolinggo — Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Nurul Jadid (UNUJA) melaksanakan kegiatan Diseminasi dan Serah Terima Memorandum of Agreement (MoA) serta Policy Brief hasil riset Program Riset Kemdiktisaintek bertajuk “DIGIDETOX-QU: Model Intervensi Sosial dan Inovasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial-Religius Anak di Kabupaten Probolinggo”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hilirisasi Riset Prioritas SINERGI Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Diseminasi dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Ruang Pertemuan Agus Salim, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo.
Riset DIGIDETOX-QU dilaksanakan oleh tim peneliti dari UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Nurul Jadid dengan lokus penelitian pada lembaga pendidikan dasar dan sekolah menengah pertama di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Harry Tjahjono, S.E., M.M., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo; Arief Hermawan, M.A., Kepala Bidang Kebudayaan; Sri Agus Indaryati, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang SD; dan Like Lidyawati, Kepala Bidang Pembinaan SMP. Turut hadir jajaran pimpinan fakultas dari UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Nurul Jadid, serta perwakilan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam jenjang SD dan MGMP Pendidikan Agama Islam jenjang SMP Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, Harry Tjahjono, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Nurul Jadid atas kepercayaan menjadikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo sebagai lokus penelitian. Ia menegaskan bahwa hasil riset ini sangat relevan dengan kondisi riil peserta didik saat ini, khususnya tingginya tingkat ketergantungan siswa terhadap penggunaan telepon genggam.

“Tema yang diangkat sangat kontekstual. Kami berharap rekomendasi hasil riset ini dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan dan aturan di satuan pendidikan, terutama dalam mengendalikan penggunaan gawai di kalangan siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Yuli Candrawati, M.Si., Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik UPN Veteran Jawa Timur sekaligus Ketua Peneliti, memaparkan hasil penelitian yang melibatkan 370 siswa dan 356 orang tua melalui survei serta uji model di 20 sekolah mitra yang tersebar di empat kawasan utama Kabupaten Probolinggo.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa telah difasilitasi telepon genggam oleh orang tua dengan rata-rata durasi penggunaan 2–3 jam per hari, dan meningkat secara signifikan pada masa libur sekolah. Kondisi ini dinilai cukup memprihatinkan karena kecanduan gawai berpotensi berdampak pada penurunan kecerdasan, lemahnya interaksi sosial, serta menurunnya kepedulian terhadap lingkungan.

Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan pentingnya keterlibatan sekolah dalam memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua bahwa telepon genggam bukan merupakan kebutuhan utama anak, melainkan alat bantu yang digunakan secara terbatas dan proporsional. Selain itu, guru didorong untuk menghidupkan kembali model pembelajaran konvensional, seperti pemberian tugas menulis di buku tulis, guna membiasakan siswa kembali pada aktivitas literasi manual dan mengurangi ketergantungan pada perangkat digital.

Kegiatan diseminasi ini ditutup dengan penyerahan dokumen MoA dan policy brief kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengimplementasikan hasil riset ke dalam kebijakan dan praktik pendidikan di daerah.