Universitas Nurul Jadid (UNUJA) mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih lima penghargaan sekaligus pada ajang Arjunu Award 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Relawan Jurnal Nahdlatul Ulama (Arjunu) di bawah naungan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PBNU. Kegiatan penganugerahan berlangsung pada Selasa (10/2/2026) di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan kepada jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang berhasil menembus akreditasi nasional tertinggi, yakni Sinta 1 dan Sinta 2. Dari lima jurnal penerima penghargaan, seluruhnya berasal dari UNUJA.
Adapun jurnal UNUJA yang meraih akreditasi Sinta 1 adalah EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan PEDAGOGIK: Jurnal Pendidikan. Sementara itu, tiga jurnal lainnya terakreditasi Sinta 2, yaitu Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, MUSHAF: Jurnal Tafsir Berwawasan Keindonesiaan, serta Hakam: Jurnal Kajian Hukum Islam dan Hukum Ekonomi Islam.
Dengan capaian tersebut, UNUJA menjadi satu-satunya perguruan tinggi di bawah LPTNU yang berhasil mengelola dua jurnal terakreditasi Sinta 1. Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi UNUJA sebagai kampus berbasis pesantren yang mampu bersaing secara nasional dalam bidang publikasi ilmiah.
Wakil Rektor III UNUJA, Prof. Hasan Baharun, M.Pd., menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan kebanggaan sekaligus bukti komitmen institusi dalam membangun budaya akademik yang kuat. “Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan. Meskipun UNUJA merupakan kampus swasta berbasis pesantren, namun mampu bersaing dengan perguruan tinggi negeri dalam pengelolaan jurnal ilmiah bereputasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan implementasi nyata dari visi UNUJA, yakni unggul, berdampak, dan sejahtera, khususnya dalam penguatan ekosistem riset dan publikasi ilmiah.
Arjunu Award 2026 sendiri merupakan ajang apresiasi tahunan yang diberikan kepada pengelola jurnal ilmiah di lingkungan PTNU yang dinilai konsisten menjaga kualitas artikel, tata kelola jurnal, serta ketepatan waktu penerbitan. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas dedikasi para editor dan tim pengelola jurnal dalam meningkatkan mutu publikasi ilmiah nasional.
Selain prosesi penganugerahan, acara juga diisi dengan diskusi panel bertema strategi pengelolaan jurnal menuju indeksasi global. Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan trofi dan sertifikat Arjunu Award kepada para pengelola jurnal terpilih.
“Arjunu Award bukan sekadar seremonial, melainkan pemicu agar ekosistem riset di lingkungan Nahdlatul Ulama semakin mandiri dan memberikan dampak luas bagi peradaban,” ujar salah satu perwakilan LPTNU PBNU dalam sambutannya.