Judul Pengabdian:

PENGEMBANGAN PROGRAM PARTICIPATORY ENVIRONMENTALISM BERBASIS HUMAN ECOLOGY UNTUK MELESTARIKAN BIOTA AKUATIK DAN MENINGKATKAN PARTISIPASI EKOLOGIS WARGA DI SEKITAR KAWASAN INDUSTRI PLTU PAITON PROBOLINGGO JAWA TIMUR

Pengabdi:

MOH. FURQAN - Teknik Informatika
M NOER FADLI HIDAYAT - Teknik Informatika
ACHMAD FAWAID - Pendidikan Agama Islam

Tahun:

2019

Lokasi:

Pesisir Binor Probolinggo

Sumber Dana:

Ditlitabmas Ristekdikti

Abstraksi:

Sebagai salah satu korporasi negara yang mengusung predikat green-company, PLTU Paiton tidak hanya berkontribusi besar dalam supply listrik Jawa-Bali, tetapi juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan ekosistem laut dan udara di sekitarnya. Risiko-risiko ekologis, misalnya hujan asam akibat pembakaran batu bara atau rusaknya ekosistem laut dangkal kritis, merupakan beberapa efek langsung aktivitas PLTU Paiton.

Problem ekologis tersebut juga diperparah oleh dua masalah yang belum terselesaikan dalam beberapa tahun terakhir. Di satu sisi, kesadaran masyarakat Paiton dalam mengawasi, memelihara, dan merawat kesehatannya sendiri melalui pengawasan terhadap ekosistem biota akuatik tidak mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Di sisi lain, partisipasi antara masyarakat dan pihak PLTU dalam menangani krisis ekologis itu sangatlah minim, sehingga masyarakat tidak menyadari bahwa kesehatan generasi mereka sedang terancam.

Dengan gagasan participatory environmentalism berbasis human ecology, kedua masalah tersebut hendak dianalisis dan dipecahkan melalui program pemberdayaan masyarakat. Program tersebut menekankan pentingnya kesehatan manusia dibanding terpenuhinya standar korporasi green company di satu sisi, dan pentingnya partisipasi dari berbagai pihak agar sharing space dengan alam, merawat ekosistem laut dan udara di sisi yang lain. Yang diharapkan dari program tersebut adalah terciptanya ‘keseimbangan’ ekologis antara manusia dan alam, serta terbangunnya ‘sinergi’ antarmanusia (pihak PLTU dan warga Paiton) dalam menjaga kesehatan lingkungan mereka sendiri.

Program tersebut dijalankan melalui beberapa langkah penting, seperti pembuatan grand plan, pencarian outsourcing mediasi, pelaksanaan knowledge management, capacity bulding, pembuatan policy brief, pencarian partner aksi, dan penanaman mangrove. Masingmasing langkah memiliki program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang yang diharapkan bisa diselesaikan dalam durasi (kurang lebih) 6 bulan (Oktober 2018 – Februari 2019). Keterlibatan dari berbagai pihak, misalnya dari para aktivis lingkungan pesantren, Pemkab, PLTU, dan Serikat Nelayan, sangat menentukan sukses tidaknya program tersebut terealisasi di lapangan.

Review:

Sidebar Menu