Judul Pengabdian:

MEMPATENKAN SYI’IR AQOID KH.ZAINI MUN’IM DENGAN GERAK DAN LAGU DAN MENANAM TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI WILAYAH PP.NURUL JADID PUTRI

Pengabdi:

KHODIJATUL QODRIYAH - Manajemen Pendidikan Islam

Tahun:

2019

Lokasi:

Pesantren Nurul Jadid

Sumber Dana:

Internal PT

Abstraksi:

Salah satu tempat penggemblengan kader mujahid yaitu pondok pesantren. Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo berkontribusi besar dalam menggiring pemuda pemudi dalam segala bidang, tidak hanya dalam segi intelektual melainkan juga dalam spiritual. Resiko-resiko sosiologis, misalnya perilaku dalam tatakrama bersosial secara vertical maupun horizontal, yang berprinsip pada trilogi dan panca kesadaran santri. Hal tersebut merupakan salah satu rangkaian aktivitas Pondok Pesantren Nurul Jadid. Selain problem sosiologis, juga ada problem ekologis yang sering terjadi di pondok pesantren, seperti interaksi santri dengan lingkungannya melalui penjagaan kelestarian lingkungan hidup. Yang saat ini masalah tersebut belum terselesaikan dalam tahun terakhir. Hal ini terkendala dari kurangnya kesadaran santri Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam memelihara lingkungan dan merawat kesehatan sendiri melalui pengawasan terhadap pencemaran lingkungan. Di sisi lain, partisipasi santri dan pihak pengurus Nurul Jadid dalam menangani kebersihan lingkungan sangatlah minim, sehingga kesehatan santri sedang terancam. Kedua masalah tersebut hendak dipecahkan dengan melalui program berdakwa dengan syi’ir yang diambil dari kitab Syu’abul Iman karya Syaikhana K.H. Zaini Mun’im dan antisipasi penyakit melalui obat herbal dari tanaman obat keluarga yang lebih dikenal dengan sebutan TOGA. Harapan terealisasinya kolaborasi dua program tersebut adalah terciptanya insan yang sehat spiritualis, yaitu baiknya seluruh badan serta penjiwaannya. Program tersebut dijalankan melalui beberapa langkah penting, seperti penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), pembuatan obat herbal dan lantunan syi’ir kitab Syu’abul Iman, sosialisasi terkait obat herbal dan lantunan syi’ir, dan pematenan syi’ir. Masing-masing langkah memiliki program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang yang diharapkan bisa diselesaikan dalam durasi (kurang lebih) 4 bulan (Juli – Oktober 2019). Keterlibatan dari berbagai pihak, misalnya dari para aktivis lingkungan pesantren sangat menentukan sukses tidaknya program tersebut terealisasi di lapangan.

Review:

ok

Sidebar Menu