Judul Pengabdian:

PENINGKATAN SDM DALAM ASPEK EKONOMI, SOSIAL, SPRITUAL DAN INTELEKTUAL GUNA MEMBANGUN MASYARAKAT BERKWALITAS DAN BERMARTABAT SEBAGAI GENERASI MASA DEPAN

Pengabdi:

BASHORI ALWI - Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)

Tahun:

2019

Lokasi:

Sidodadi, Paiton, Probolinggo

Sumber Dana:

Internal PT

Abstraksi:

Pengabdian pada masyarakat tentu akan kita hadapi, karena tidak bisa dipungkiri bahwa kita akan terjun kepada masyarakan dan menjadi bagian dari mereka. Sebagai seorang yang dianggap lebih mengetahui ilmu dan mempunyai potensi kita harus menjadi Agen of Change pada masyrakat kita yg tidak hanya berfokus pada tradisi dan keadaan yang telah ada tanpa berfikir untuk menjadi masyarakat yang jauh lebih berkualitas dari keadaan saat ini. Mempersiapkan diri menjadi pencetus perubahan perlu adanya persiapan.Saat inilah wadah berlatih menjadi seorang pemimpin masyarakat. Dari adanya gagasan tersebut kuat keingin untuk membangun generasi bangsa yang dapat mengharumkan nama bangsa dari berbagai bakat dan potensi yang dimiliki. Tentu perlu adanya keselarasan pemahaman serta persamaan visi misi dari orang tua, guru, dan Anak itu sendiri untuk mencapai Targer-target yang telah dibuat. Peningkatan SDM dalam aspek ekonomi adalah untuk menunjang biaya pendidikan yang berlangsung.Sedangkan peningkatan dalam aspek spritualitas, sebagaimana agama yang kita yakini saat ini, mengajarkan bahwa setiap hal yang kita jalani dalam hidup adalah atas izin Allah dengan mengikuti Skenario yang telah diatur sedemikian rupa untuk kelangsungan hidup yang seimbang. Sehingga apabila terjadi ketidak sesuaian dari apa yang telah direncanakan dengan kenyataan tidak sepenuhnya merasa kegagalan besar telah menimpa hidupnya, tapi keyakinan yang timbul bahwa sesuatu terjadi atas izin-Nya dan menganggap kegagalan itu sebagai ajangg latihan menggapai kesuksehan yang besar sehingga tidak putus asa untuk terus menjalani proses menggapai Impiannya. Gagasan-gagasan tersebut dijalankan melalui beberapa tahapan, Seperti halnya memberi pehaman kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan kepada anak dan mengadakan spiritual Class untuk memberi pemahaman terhadap ilmu agama, membangun bigdream, mengadakan Go gren, personal bounding, pemahaman terjemah Al-Qur’an, cara membaca Al-Qur’an dengan Baik menggunakan metode UMMI. Masing-masing langkah memiliki program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang yang diharapkan bisa diselesaikan dalam durasi (kurang lebih) 3 bulan (Agustus – Oktober 2019). Keterlibatan dari berbagai pihak, misalnya dari Kepala desa, Kepala Sekolah, Kepala pesantren, dan Masyarakat sekitar, sangat menentukan sukses tidaknya program tersebut terealisasi di lapangan dan dapat terus diaplikasikan di desa Sidodadi setelah Masa KKN berakhir.

Review:

ok

Sidebar Menu