Judul Pengabdian:

MENINGKATKAN PENDIDIKAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN PERPUSDES SEBAGAI SENTRA INFORMASI, EDUKASI, DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Pengabdi:

MUHAMMAD MUSHFI EL IQ BALI - Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Tahun:

2019

Lokasi:

Sumberan

Sumber Dana:

Internal PT

Abstraksi:

Desa Sumberan merupakan salah satu desa dari 17 desa di wilayah Kecamatan Besuk yang sebagian besar wilayahnya didominasi oleh perkebunan milik penduduk setempat. Sifat kesuburan tanah dapat dikelola sebagai perkebunan yang dicocok tanami berbagai jenis sandang pangan, sehingga dari perkebunan tersebut warga mendapatkan penghasilan sebagai penunjang segala kebutuhan sandang dan pangan kehidupannya. Penduduk desa Sumberan mayoritas berprofesi sebagai petani yang memerlukan waktu sehari pergi berladang, sehingga enggan melirik akan adanya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. Salah satu fasilitas tersebut ialah Perpusdes. Perpusdes sebagai jantung dari pendidikan yang sangat penting sebagai sentra agar dapat melahirkan generasi-generasi penerus bangsa Indonesia yang religius dan inovatif. Tingkat kesadaran masyarakat Sumberan sangatlah minim dalam meningkatkan pengetahuannya sendiri, serta pastisipasi masyarakat dalam menjaga kelayakan Perpusdes. Hal tersebut menjadi problem terbesar untuk meningkatkan nilai pendidikan. Dengan gagasan pengelolaan Perpusdes yang lebih signifikan, masalah tersebut hendak dianalisis dan dipecahkan melalui program pemberdayaan masyarakat. Jika Perpusdes dikembangkan dan dikelola dengan baik, makaPerpusdes mampu menjadi wahana dalam pengembangan dan pemberdayaan kreativitas dan karya masyarakat. Program tersebut menekankan pada pentingnya pendidikan dan yang diharapkan dari program tersebut adalah terciptanya kesadaran spiritualitas masyarakat, sehingga minat baca dan budaya literasi akan tumbuh. Gambaran program tersebut harus dikelola dengan kreatif, inovatif, dan profesional dengan beragam kegiatan penunjang yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Misalnya, memfasilitasi penyediaan bacaan dan sebagai pusat informasi, perpustakaan desa bisa mengadakan kegiatan-kegiatan lain seperti memberi pelatihan/workshop bagi masyarakat. Masing-masing langkah memiliki program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang yang diharapkan bisa diselesaikan dalam durasi (kurang lebih) 4 bulan (Agustus-November 2019). Keterlibatan dari berbagai pihak, misalnya dari para aktivis lingkungan pesantren dan sekolah, dan serikat petani sangat menentukan sukses tidaknya program tersebut terealisasi di lapangan.

Review:

ok

Sidebar Menu