Judul Pengabdian:

PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT BERBASIS POTENSI LOKAL MELALUI OPTIMALISASI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN HASIL IKAN DI DESA RANDUMERAK PAITON PROBOLINGGO

Pengabdi:

MUZAMMIL - Pendidikan Agama Islam

Tahun:

2019

Lokasi:

Randumerak, Paiton, Probolinggo

Sumber Dana:

Internal PT

Abstraksi:

Perikanan merupakan salah satu subsector pertanian yang potensial untuk dikembangkan melalui agro industri. Salah satu contoh dari agro industry yang ada di Indonesia adalah agro industri pangan, yaitu agro industry pengolahan ikan lele.Ikan lele adalah jenisikan air tawar yang paling banyak diminati serta dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Hampir semua restoran atau di warung-warung menyediakan menu pecel lele maupun lalapan lele. Selain dagingnya gurih, ikan lele juga mempunyai keunggulanya itu, tidak bersisik dan bisa bertahan hidup lebih lama sehingga mempermudah proses pengolahan. Ikan lele mengandung protein yang tinggi dan zat penguat tulang (kalsium) yang baik untuk makanan anak balita. Selain itu lele juga mengandung mineral lain yang penting pula untuk kesehatan tubuh. Desa Randumerak memiliki potensi perikanan, yaitu usaha budidaya ikan laut. Potensi perikanan yang dimiliki desa randu meraka adalah jenis perikanan darat salah satunya yaitu kolam serta keramba. Kolam di daerah Randu Merak biasannya digunakan untuk budidaya ikan air tawar salah satu potensi perikanan yang di produksi yaitu ikan lele, dengan adanya ikan lele masyarakat berinisiatif mengolahnya dengan berbagai makanan, seperti krupuk lele, abon lele, stik lele dll. Usaha lele digunakan sebagai usaha sampingan dari pekerjaan selain bertani. Paguyuban Tlogo Merak merupakan salah satu pelaku usaha yang bergerak di bidang pengolahan makanan yang berbahan dasar ikan lele. Ketersediaan alat yang di gunakan untuk memproduksi lele salah satunya yaitu penggiling daging lele, kompor, wajan, dll. Alat tersebut sudah disediakan/ diberi oleh salah satu perusahaan. Pengelolaan ikan lele ini menciptakan produk-produk olahan lele yang berkualitas, bernilai ekonomis, dapat dikemas, dapat tahan lama dan lebih enak dari biasanya. Alasan lainnya karena masyarakat yang mulai bosan dengan olahan lele yang biasanya hanya disajikan dengan digoreng atau dibakar. Produksi ikan lele berdiri pada tahun 2000 yang di pimpin oleh Bapak Abdullah. Jumlah anggota yang ada sampai saat ini yaitu 10 orang. Hasil produksi tersedia di tokooleh-oleh atau minimarket di daerah Randumerak dan Paiton.

Review:

ok

Sidebar Menu