UNUJA Luncurkan Program MBKM Santri Mengabdi

Kamis (30/09/2021) - Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nurul Jadid (LP3M UNUJA) bersama dengan biro-biro di Pondok Pesantren Nurul Jadid melaksakan rapat koordinasi terbatas untuk meluncurkan Program Santri Mengabdi Merdeka Belajar Kampus Merdeka tahun akademik 2021-2022.

Hadir pada Rapat Koordinasi tersebut, KH Fahmi AHZ (Kepala Biro Kepesantren), K. Imdad Robbani (Kepala Biro Pendidikan), KH. Najiburrahman (Wakil Kepala Pesantren), H. Faizin Syamwil (Sekretaris Pesantren), Drs. H. Hambali, M.Pd. (Wakil Rektor I), M. Noer Fadli Hidayat, M.Kom. (Wakil Rektor III), dan Achmad Fawaid, M.A., M.A. (Kepala LP3M UNUJA).

Santri Mengabdi merupakan program Kampus Merdeka bagi mahasiswa pengabdi pesantren Nurul Jadid untuk melaksanakan pendidikan dan pengabdian di Pesantren secara langsung bersama-sama para santri mengidentifikasi potensi serta menangani masalah yang mereka temui di Pesantren. Bentuk kegiatan Santri Mengabdi mencakup, antara lain, mengabdi sebagai tenaga unit kerja pesantren, mengabdi sebagai wali asuh santri, dan mengabdi sebagai pembina santri bidang keagamaan. Program Santri Mengabdi ini diluncurkan sebagai upaya kampus pesantren ini dalam memberikan rekognisi kepada para mahasiswa santri yang mengabdi di Pesantren Nurul Jadid dalam bentuk konversi mata kuliah dan program KKN.

Hal ini dilatarbelakangi oleh keinginan bersama antara Pesantren Nurul Jadid dan Universitas Nurul Jadid untuk melakukan penyesuaian antara program pengabdian wali asuh di Nurul Jadid dan program MB-KM Kemendikbud RI. Program “Santri Mengabdi” merupakan bagian dari ikhtiar untuk sinkronisasi tersebut, di satu sisi sebagai respons Universitas Nurul Jadid terhadap kebijakan MB-KM Kemendikbud RI dan di sisi lain sebagai apresiasi kampus ini terhadap kebijakan Pesantren Nurul Jadid. Mahasiswa Santri Mengabdi memperoleh rekognisi berupa konversi 20 SKS, terdiri dari 16 SKS mata kuliah dan 4 SKS pelaksanaan KKN.

KH. Fahmi menyampaikan ungkapan terimakasih kepada UNUJA, karena pengurus pesantren mendapat apresiasi dari UNUJA untuk konvensi nilai kepengurusan menjadi nilai matakuliah pada universitas. “Hal ini menjadi tambahan semangat dan memberi keringanan kepada pengurus yang berstatus mahasiwa,” ungkapnya yang hadir pada sosialisai.

Sementra itu, K. Imdad Kepala Biro Pendidikan berharap supervisor untuk para mahasiswa pengabdi ini sebaiknya ada dua, sepervaisor dari satker terkait untuk mendampingi kegiatan di lapangan, dan juga ada pendamping akademik dari Dosen Universitas Nurul Jadid untuk mendapatkan tambahan pengetahuan teoretik mereka atas masalah yang terjadi di lapangan.

Di samping itu, Wakil Rektor III M. Noer Fadli Hidayat, M.Kom. menyatakan Program Santri Mengabdi ini kemungkinan akan disusul dengan Program Santri Mengajar untuk para mahasiswa santri yang diberi amanat menjadi guru tugas di luar Pesantren Nurul Jadid. “Tapi, saat ini, pedomannya sedang dikaji di internal kampus,” ungkapnya. (TIM)

Sidebar Menu