Universitas Nurul Jadid Laksanakan KKN Tematik Covid 19

Sabtu (18/04/2020) - Di tengah bencana nasional karena pandemi Corona Virus Diseas (Covid-19), Univerisitas Nurul Jadid berusaha menunjukkan perhatiannya dengan mengimplemetasikan fungsi pengabdiannya sebagai salah satu bagian dari tri dharma perguruan tinggi. Keputusan penting yang diambil dalam rapat pimpinan pada tanggal 18 April 2020 mengahasilkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2020 yang sejatinya akan dilaksanakan bulan Juli-Desember dimajukan menjadi Mei-Juni.

KKN 2020 yang akan segera dilaksakan oleh Universitas Nurul Jadid tidak saja merubah jadwal pelaksanaan dalam kalender akademik, melainkan format dan temanya. Jika mengacu pada tahun sebelumnya, pelaksanaan KKN sudah dintegrasikan dengan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen, sehingga tema, format, jadwal, dan durasinya disesuaikan dengan PKM dosen. Sementara pada tahun ini terjadi perubahan konsep KKN yang sangat berbeda dari sebelumnya. Perubahan ini menurut Kiai Hamid Wahid selaku Rektor Universitas Nurul Jadid didasarkan pada kondisi darurat, sehingga dilaksanakan secara tidak biasa.

Dalam Petunjuk Teknis KKN Tematik Covid-19 yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Nurul Jadid, dijelaskan bahwa KKN tahun ini merupakan KKN Tematik Covid-19 yang dilaksanakan secara mandiri/individu. Bentuk-bentuk kegiatan yang dicontohkan cukup beragam, seperti menjadi relawan cek poin, penyuluhan yang berisi pencegahan penyebaran Virus Corona, penggalangan donasi untuk menyumbang masyarakat yang terdapak Covid-19 secara ekonomi, dan lain sebagainya. Walau demikian, LP3M memberi kelonggaran kapada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di luar tema Covid-19. Achmad Fawaid selaku kepala LP3M mengatakan bahwa kelonggaran ini untuk memberi kesempatan pada mahasiswa yang dari prodi-prodi, dimana keilmuannya tidak bersentuhan secara spesifik dengan tema covid-19.

Yang menjadi kekhawatiran beberapa pihak adalah mutu KKN dengan durasi yang hanya 1 bulan, mengingat KKN pada tahun sebelumnya untuk menuntaskan 1 proyek pengabdian saja diberikan waktu minimal 4 bulan. Kekhawatiran ini jika melihak Juknis sebenarnya sudah terjawab, karena bentuk-bentuk kegiatan yang dicontohkan hanya kegiatan insidentil tentang covid-19, bukan pemberdayaan mayarakat yang membutuhkan perencanaan, pelaksanaan, pengawalan yang baik, massif, dan berkelanjutan. Hal ini diakui oleh Fawaid, bahwa KKN tahun ini memang dibawah standart tahun lalu karena dilaksanakan secara individu dengan durasi 1 bulan. “untuk menjaga mutu, meskipun KKN ini dilaksanakan secara individu, masing-masing peserta KKN tetap memiliki kewajiban membuat proposal dan laporan akhir dengan tetap melibatkan reviewer,” tambahnya.

Selain itu, perbedaan lainnya adalah KKN tematik Covid-19 tidak melibatkan dosen sebagai ketua peneliti seperti tahun lalu atau menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebagaiman umumnya pelaksanaan KKN di berbagai perguruan tinggi. Sebagain dosen hanya dilibatkan menjadi reviewer proposal dan laporan akhir KKN mahasiswa. Pengangkatan reviewer ini menurut Fawaid didasarkan pada konsep KKN tahun ini dilaksanakan secara individu di rumah mahasiswa masing-masing dan tidak memungkinkan dosen ditugaskan untuk turun ke lapangan meski harus dengan protokol tertentu, karena jarak masing-masing mahasiswa yang sangat berjauhan, sedangkan kegiatan yang dilaksanakan hanya 1 bulan.

Kebijakan KKN tematik Covid-19 yang akan segeara dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2020 nampaknya disambut positif oleh sebagain besar mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa yang sudah melakukan login secara online untuk menjadi menjadi peserta KKN. “Dari 800an mahasiswa yang memprogram KKN tahun ini, sudah 700an mahasiswa yang sudah login dan menyakatakan kesiapan menjadi peserta KKN,” ujar Zubaidi  selaku penanggung jawab teknis pelaksanaan KKN Covid-19. Jumlah ini menurutnya melibatkan semua fakultas mulai Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kesahatan serta Fakultas Soshum yang baru melaksanakan KKN di tahun 2020.

Kemudian untuk memudahkan komunikasi dengan mahasiswa yang cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia tersebut, Universitas Nurul Jadid sudah menyediakan subsidi pulsa untuk pembelian paket data selama KKN yaitu 100.000 permahasiswa. Subsidi ini dianggap cukup digunakan selama masa KKN yang hanya 1 bulan. (NH)

Sidebar Menu