Tingkatkan Kebermanfaatan, LP3M UNUJA Resmikan Pusat Kajian Terpadu

Selasa (23/02/2021) _ Sebagai tindak lanjut Rapat Kerja Universitas Nurul Jadid (UNUJA) tahun 2021 yang diselengarakan pada tanggal 5-7 Februari 2021 di Whiz Capsule Hotel Grand Bromo beberapa waktu yang lain, Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UNUJA melakukan rapat konsolidasi dengan beberapa dosen terkait dengan pembentukan Pusat Kajian Terpadu (PUKAT) yang bertempat di Aula Pascasarjana UNUJA.

Acara yang dimulai pukul 10.15 WIB dan selesai pada jam 12.45 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala dan jajaran staff LP3M, serta beberapa dosen yang memiliki kepakaran tertentu di bidangnya. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala LP3M Achmad Fawaid, M.A.,M.A dengan diawali penjelasan tentang latar belakang dibentuknya PUKAT ini. Menurut Fawaid, pembentukan PUKAT ini diberi amanat khusus untuk melaksanakan riset-riset berbasis pengembangan yang berorientasi pada kebermanfaatan dan kekhasan UNUJA.

Dalam sesi tersebut, Kepala LP3M memaparkan usulan-usulan program strategis yang bisa digarap oleh masing-masing pusat kajian, bukan hanya untuk Nurul Jadid, melainkan juga untuk masyarakat secara luas, misalnya menggarap mahakarya pemikiran para tokoh Nurul Jadid, memetakan sebaran epidemologi di Nurul Jadid, menganalisis problem mendasar konten dan integrasi kurikulum berbasis Trilogi dan Pancakesadaran, merancang direktori produk-produk inovasi teknologi Nurul Jadid, hingga mendesain travel pattern destinasi wisata di Probolinggo, Situbondo, dan Bondowoso.

Pukat yang akhirnya diberi nama PUKAT HARIMAU ini terdiri dari 6 pusat kajian, yang dikomandoi oleh ketua yang telah ditunjuk, antara lain Dr. Ahmad Fawaid, M.Th.I sebagai Ketua Pusat Kajian Khazanah Nurul Jadid, Sugiono, Ph.D sebagai Ketua Pusat Kajian Kurikulum Pesantren, Nur Hamid, Ph.D sebagai Ketua Pusat Kajian Teknologi Tepat Guna, Sri Astutik Andayani, M.Kes sebagai Ketua Pusat Kajian Kesehatan Publik, Dr. Ainul Yakin, M.HI sebagai Ketua Pusat Kajian Pedesaan dan Agrikultur, serta Muhammad Iqbal, M.Pd. sebagai Ketua Pusat Kajian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Penunjukan ini sekaligus untuk mengikat komitmen para Ketua agar menyatakan kesiapannya untuk memimpin pukat masing-masing.

Selain dijelaskan secara rinci mengenai tupoksi masing-masing Pukat, di akhir sesi disepakati akan diadakan pertemuan kembali di awal bulan Maret untuk memantapkan realisasi kinerja Pukat hingga akhir tahun ke depan dengan membuat Outline Riset, Rencana Kerja, dan Roadmap untuk 5 tahun ke depan hingga 2025. “Pukat ini berbasis outcome, yang nantinya diharapkan sejenis annual report yang akan diperuntukkan bagi pembaca secara luas, maka kekayaan data dan estetika bahasa menjadi penting untuk diperhatikan,” pungkas kepala LP3M mengakhiri rapat konsolidasi ini. [IM]

Sidebar Menu