Tahun 2021 Targetkan Pendaftaran Paten, UNUJA Gelar Pendampingan Drafting

Kamis (18/11/2021) Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Nurul Jadid menyelenggaran pendampingan luring dengan tema “Tips dan Trik Penulisan Drafting Paten” sebagai bagian dari Research Week (Pekan Riset). Kegiatan yang menghadirkan Dr. Dimas Indra Laksmana, M.T dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, juga merupakan kegiatan webinar perdana tentang tema pengajuan paten yang dilaksanakan LP3M Universitas Nurul Jadid.  

Dalam daftar outcome yang dihasilkan dari kinerja penelitian dan pengabdian dosen Universitas Nurul Jadid, belum ada 1 karya / art yang didaftarkan paten. Kondisi ini, menurut Achmad Fawaid selaku Kepala LP3M Universitas Nurul Jadid, disebabkan karena memang belum ada karya yang berpotensi dipatenkan. “Sejauh ini karya-karya yang dihasilkan para dosen Universitas Nurul Jadid masih sebatas hak cipta, padahal visi kampus kita menjadi perguruan tinggi inovatif. Tahun ini, minimal kita daftarkan 1 paten,” tegasnya. Fawaid menambahkan kondisi ini disebabkan kemungkinan para dosen belum memahami bagaimana suatu karya bepotensi paten atau bagaimana membangun ide inventif, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para dosen di bidang paten.
 
Sebagai mantan Ketua Sentra Hak Kekayaan Intelektual ITN, Dimas Indra mengatakan, “Paten memiliki dua manfaat, yaitu koin dan poin, manfaat koin dapat diperoleh karena paten dapat dikomersialisasikan, sedangkan poin dapat meningkatkan jumlah nilai atau kum yang berguna untuk kenaikan jabatan fungsional, serdos, dan akreditasi institusi.” Dalam presentasinya, Dimas banyak menjelaskan perbedaan kekayaan intelektual, mulai dari hak cipta, paten, rahasia dagang dan lain sebagainya, dan juga pemahaman teoritis dan praktis tentang paten.

Yang terpenting dari kegiatan ini pula adalah tentang teknik pembuatan drafting paten. Dosen Pascasarjana ITN Malang tersebut juga menjelaskan struktur penulisan drafting paten, mulai dari paragraf pertama hingga terakhir, apa saja istilah-istilah operasional yang patut dan tidak patut dimasukkan dalam drafting paten, hingga contoh-contoh paten yang bisa digarap di kalangan fakultas teknik, kesehatan, dan sosial-humaniora.
 
Para peserta yang sebagian besar dari dosen delegasi Prodi Teknik dan Kesehatan Universitas Nurul Jadid sangat antusias mengikuti kegiatan dari jam 09.00 hingga 15.00 WIB, terlihat dari beberapa pertanyaan dari dosen Universitas Nurul Jadid tentang kategori dan gagasan produk-produk yang layak dipatenkan atau tidak. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya pada Fakultas Tekhnologi dan Kesehatan yang sangat potensial melahirkan invensi-invensi dalam bidang keilmuan masing-masing,” ungkap Moh. Faid salah satu peserta delegasi dari Fakultas Teknik. (TIM)

Sidebar Menu