Seminar Nasional Hi-Tech Sesi 3: Rektor Universitas Galuh Dorong Mahasiswa Berkompetisi

Kamis (15/09/2022) – Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UNUJA bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNUJA menyelenggarakan Seminar Nasional Hi-Tech: Health, Humanity, and Technology pada 14-15 September 2022. Acara yang dimulai dari Pukul 09.00-12.00 WIB tersebut dilaksanakan secara daring melalui perangkat Zoom Meeting.
Pada hari ke 2 pelaksanaan seminar prosiding nasional ini, tema yang diangkat terkait dengan Sosial dan Humaniora. Dalam kesempatan ini hadir 2 narasumber utama (Keynote Speakers), yakni Dr. Dadi, M.Si. Rektor Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat dan Bapak Dr. Dr. Tirmidi, M.Pd. Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Aulia Firdausiya mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Ingris UNUJA ini dihadiri oleh 9 (sembilan) pembicara dari kalangan mahasiswa yang naskah paper prosidingnya lolos seleksi dan diterima oleh panitia. Hadir juga sebagai panelis pada kegiatan tersebut Bapak Ismail Marzuki, M.H mahasiswa program Doktoral Universitas Jember dan 230 peserta seminar yang hadir secara virtual.
Dalam kesempatan ini, Bapak Dedi menyampaikan bahwa “Sangat penting bagi peneliti, baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa untuk memahami tema-tema penelitian dan PkM yang telah menjadi program prioritas pemerintah." Hal ini menurut beliau bertujuan agar peneliti bisa menyesuaikan rencana penelitiannya sehingga dapat berkompetisi dalam hibah skala nasional, khususnya topik-topik penelitian di bidang sosial dan humaniora. Lebih jauh disampaikan bahwa dengan adanya program Kampus Medeka, maka mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami dan menguasai pengetahuan dalam rumpun keilmuan prodinya saja, melainkan juga dituntut harus memiliki skill tambahan yang mendukung terhadap perannya nanti dalam kehidupan masyarakat, paparnya.
Sementara Bapak Tirmidi menyoal tentang peluang kampus berbasis pesantren dalam menghadapi berbagai peluang riset yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Menurut beliau, dengan banyaknya potensi yang dimiliki perguruan tinggi berbasis pesantren, seharusnya lahir berbagai macam karya penelitian unggulan yang unik dan berbeda dengan karya penelitian perguruan tinggi pada umumnya, misalnya ekonomi pesantren, kemandirian santri, moderasi di lingkungan pesantren, dan lainnya sebagainya, di mana topik-topik sosial humaniora sangat lengkap di dunia pesantren. Kesempatan selama berada di pesantren, seharusnya menjadi nilai tambah bagi para mahasiswa, karena sumber atau bahan pokok untuk melakukan penelitian dan PkM sangat berlimpah ruah. Pangkasnya (TIM)

Sidebar Menu