Sambut SIMLITABMAS 2022, LP3M UNUJA Adakan Bimtek dan Klinik Proposal

Sabtu (29/01/2022) – Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Nurul Jadid melaksanakan “Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SIMLITABMAS Tahun 2022". Narasumber yang dihadirkan adalah Dr. Hozairi, S.ST., M.T., dosen Universitas Madura, Ketua Computer Society of Nahdlatul Ulama (CSNU), serta Reviewer Penelitian Nasional Ristekdikti. Dalam pelatihan yang diikuti oleh kurang lebih 60 dosen UNUJA ini, Hozairi memberikan materi seputar tips dan trik penelitian dan pengabdian yang akan diikutsertakan dalam hibah Kemenriskdikti tahun 2022.

Status UNUJA sendiri telah naik peringkat dari Perguruan Tinggi Binaan ke Perguruan Tinggi Madya. Menurut Kepala LP3M UNUJA, Achmad Fawaid, kenaikan ini bisa jadi tantangan tersendiri karena ia menuntut kenaikan jafung dan kualifikasi akademik dosen. “Ini bisa jadi berkah, tapi juga tantangan, mengingat kualifikasi akademik dan jenjang kepangkatan dosen di UNUJA tidak sepenuhnya memenuhi kriteria untuk ikut serta dalam hibah penelitian Kemenristekdikti,” kata Faawaid.

Sebagaimana diketahui, rata-rata jenjang akademik dan kepangkatan dosen untuk bisa terlibat dalam penelitian adalah Doktor dan/atau Lektor. Sementara itu, kedua jenjang ini rata-rata dimiliki oleh Fakultas Agama Islam, yang notabene belum menjadi prioritas penerima hibah dari Kemenristekdikti.

Meski demikian, Bapak Hozairi optimis, jika UNUJA bisa meminimalisir kesalahan dalam penulisan proposal penelitian dan abdimas, kesempatan tersebut terbuka lebar. “Kelemahan proposal penelitian antara lain perumusan masalah lemah, kurang mengarah, tujuan tidak jelas, kontribusi luaran hasil penelitian tidak jelas, kurang spesifik mencantumkan jurnalnya, pustaka kurang menunjang dari aspek kemutakhiran dan relevansi, metode kurang terperinci, kualifikasi tim penelitian lemah, hingga hal-hal teknis seperti kesalahan format dan topik yang sudah banyak diteliti,” kata Hozairi.  

Narasumber juga berbagi tips dan trik strategi pengabdian kepada masyarakat. Keterampilan memilih mitra menjadi salah satu syarat abdimas tersebut memperoleh hibah. “Kita bisa memilih,  misalnya kelompok masyarakat umum (PKK, Posyandu, Remaja Masjid, Karang Taruna, RT/RW, Sekolah, dan lain-lain), kelompok masyarakat ekonomi produktif (Kelompok Tani, Kelompok Nelayan, Kelompok Ternak,dan lain-lain), dan kelompok masyarakat mengarah ekonomi produktif (Desa Wisma, PKK, kelompok usaha lainnya),” tuturnya.

Skema hibah penelitian bagi perguruan tinggi madya saat ini dibagi berdasarkan prodi vokasi dan prodi akademik. UNUJA  dapat mengikutsertakan dosen D3 Vokasi Kebidanan dalam program Penelitian Dosen Pemula (PDP), Penelitian Tesis Magister (PTM), Kebijakan Kebijakan Strategis (KKS), Penelitian Produk Vokasi (PKV), Penelitian Kerjasama Kemitraan (PKK), dan Penelitian Pengembangan Produk Inovasi Vokasi (P3IV),  untuk D3 Vokasi Kebidanan. Sementara itu, UNUJA juga dapat mengikutsertakan dosen akademik prodi lainnya dalam program Penelitian Produk Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (P2VUPT).

Pelatihan ini ditindaklanjuti dengan melaksanakan klinik Proposal Penelitian dan Abdimas yang dipandu oleh Kabag Penelitian, Moh. Ainol Yaqin, M.Kom., bagi para dosen tetap UNUJA sejak tanggal 01 sampai 08 Februari di Ruang Fakultas Teknik. Sejauh ini, sudah terdapat 7 proposal abdimas yang diikutsertakan oleh UNUJA melalui Simlitabmas.

Sidebar Menu