Puncak Webinar Series 2020: LP3M Gelar Seminar Internasional Partai Politik dan Masyarakat Madani

Minggu (27/12/2020) – Sebagai acara puncak di akhir tahun 2020 dalam rangkaian webinar series, Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menyelenggarakan International Webinar dengan tema “Political Party and Civil Society: A Comparison between Indonesia, Singapore, and Malaysia” yang dilaksanakan secara free dan terbuka untuk umum melalui media zoom meeting.

Kegiatan ini menghadirkan 3 narasumber yang pakar dibidangnya yakni Dr. Abu Khaer, M.A (Indonesia), Dr. Captain Al-Hajj Mohammed bin Al-Hajj Abdullah Al-Sinjapuri, Ph.D, dan Ahmad Sahidah, Ph.D (Malaysia) dan dihadiri kurang lebih 300 peserta dari berbagai daerah dan institusi baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Wakil Rektor III Moh. Fadli Noer Hidayat, M.Kom menyambut antusias kegiatan international webinar ini, beliau mengatakan bahwa “agenda-agenda webinar, terutama yang melibatkan pakar-pakar internasional perlu ditingkatkan dan ditiru oleh fakultas, prodi, maupun unit kerja lain yang ada di lingkungan UNUJA, hal ini penting untuk menambah wawasan civitas akademik UNUJA tentang isu-isu aktual yang berkembang di dunia internasional, seperti webinar kali ini yang akan mengupas secara komparatif tentang partai politik dan masyarakat madani di negara yang serumpun ini”

Penyampaian materi dilakukan secara bertahap yang diawali oleh Dr. Abu Khaer, M.A, kemudian Ahmad Sahidah, Ph.D, dan diahkiri oleh Dr. Captain Al-Hajj Mohammed bin Al-Hajj Abdullah Al-Sinjapuri, Ph.D.

“Dengan jargon Sosial-Demokratis plus Religius, manifesto masyarakat madani Parpol telah terejawantahkan dalam ranah publik, private, market dan state. Manifesto civil society Parpol di Indonesia dilandaskan melalui sistem demokrasi untuk melaksanakan kebijakan politik, sosial, dan ekonomi. Tujuannya mengangkat harkat dan martabat rakyat Indonesia dengan tetap memelihara nilai-nilai luhur dan kepribadian bangsa Indonesia yang religius”. Begitu ujar Dr. Abu Khaer mengakhiri presentasinya.

Sementara Ahmad Sahidah, Ph.D menyampaikan bahwa “evolusi masyarakat sipil di Malaysia memperlihatkan kematangan sesuai dengan evolusi dan pengaruh globalisasi, meskipun gerakan primordial masih aktif dan sering menyuarakan kepentingan kelompoknya, meskipun demikian yang terpenting ialah bahwa checks and balances berjalan dengan efektif dengan semakin menguatnya oposisi di parlemen.”

Selanjutnya Dr. Captain Al-Hajj Mohammed bin Al-Hajj Abdullah Al-Sinjapuri, Ph.D. menyatakan bahwa “berdasarkan Indikator tata kelola Bank Dunia juga menilai tinggi Singapura dalam hal supremasi hukum, pengendalian korupsi, dan efektivitas pemerintah. Namun meski demikian, beberapa aspek baik dari proses politik, kebebasan sipil, dan politik serta hak asasi manusia masih kurang. Hal menarik yang juga layak menurut beliau untuk diadopsi oleh negara-negara tetangga seperti Indonesia dan Malaysia adalah beberapa faktor keberhasilan Singapura dalam membangun peradabannya, yakni birokrasi publik dan pengendalian korupsi yang efektif dan mau terus belajar dari negara lain”, ujarnya.

Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara besar dan majemuk dengan kasus-kasus korupsi yang gemuk juga, harus mau dan mampu membuat kebijakan-kebijakan yang strategis, baik yang bersifat represif maupun preventif guna menanggulangi korupsi terutama saat penyelenggaraan pemilu dengan belajar dari Singapura, Malaysia maupun negara lainnya”, canda sekaligus kalimat penutup M. Basyir Nawawi selaku moderator. [Ismail]

Sidebar Menu