Percepat Akreditasi Jurnal, LP3M Laksanakan Workshop

Kamis (27/10/2022) Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nurul Jadid (LP3M UNUJA) melaksanakan "Workshop Peningkatan dan Percepatan Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik" dengan menghadirkan narasumber Busro, M.Ag. (Pengelola Rumah Jurnal UIN Bandung) di Aula Wisma Dosen. Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Rektor III, M. Noer Fadli Hidayat, M.Kom, Kepala LP3M, Achmad Fawaid, M.A., M.A dan seluruh pengelola e-journal di lingkungan UNUJA tersebut dimulai pada pukul 08.30 WIB.

Dalam kesempatan ini, M. Fadli Hidayat, M.Kom menyampaikan bahwa pengelolaan jurnal di UNUJA sedang dalam proses penataan menuju arah yang lebih baik, dalam satu tahun terakhir ini unuja sudah memiliki 1 jurnal yang terakteditas sinta 2, dan beberapa jurnal telah terakreditasi sinta 3 dan sinta 4.

Oleh sebab itu, kegiatan ini sangat penting untuk diikuti oleh para pengelola jurnal sebagai langkah percepatan menuju akreditasi jurnal di lingkungan UNUJA. "Pada saat UNUJA akan mengadopsi sistem pengelolaan jurnal yang ada di lingkungan UIN Bandung, yakni dengan membentuk unit lembaga Rumah Jurnal yang fokus menangani, membina, dan mengarahkan percepatan dan peningkatan akreditasi jurnal," pangkasnya.

Sehubungan dengan upaya peningkatan mutu dan percepatan akreditasi jurnal ilmiah elektronik, Burso selaku narasumber dalam penyampaian materinya secara detail menjelaskan tentang borang akreditasi yang sangat perlu untuk diperhatikan dan dipahami secara seksama oleh para pengelola jurnal sesuai dengan apa yang telah tercantum jelas di dalam instrumen evaluasi diri pada website Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna)

"Jurnal yang akan diajukan baik untuk akreditasi maupun reakreditasi harus dipersiapan, baik dari aspek perwajahan, konten, peran reviewer, editor, hingga pada konsistensi penulisannya," kata Busro.

Selain memaparkan proses penilaian akreditasi jurnal, Busro juga memberikan teknik pencarian reviewer internasional dalam database Scopus. Teknik ini penting karena salah satu indikator akreditasi jurnal adalah adanya reviewer dari negara atau benua berbeda. 

Selain itu, agar para pengelola jurnal di lingkungan UNUJA lebih jelas memahami cara kerja reviewer akreditasi jurnal, beliau juga mempraktikkan bagaimana reviewer melakukan proses review terhadap salah satu jurnal ilmiah UNUJA yang mengajukan permohonan akreditasi maupun reakreditasi jurnalnya.(TIM)

Sidebar Menu