Pelatihan Penulisan Artikel Pengabdian, LP3M Dituntut Perkuat Standar Kepenulisan

Selasa (16/11/2021) Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Nurul Jadid melanjutkan kegiatan Research Week Webinar dengan materi ketiga, “Tips dan Trik Penulisan Artikel Pengabdian”. Webinar yang dimulai jam 12.30 – 15.00 Wib ini mendatangkan Dr. Deny Utomo Reviewer International Food Research Journal dari Universitas Yudharta Pasuruan sebagai narasumber. Sementara itu, yang menjadi peserta terdiri dari unsur pimpinan H. Hambali, personalia LP3M, para dosen, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Webinar dengan tema penulisan artikel pengabdian baru pertama kali diselenggarakan di Universitas Nurul Jadid. Hal ini dilatar belakangi oleh kondisi luaran artikel jurnal yang dihasilkan dari kinerja pengabdian masih jauh di bawah kinerja penelitian. “Kinerja pengabdian dosen pada tahun ini meningkat signifikan karena disupport oleh kebijakan imperatif yang mengintegrasikan pengabdian dosen dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa,” ujar kepala LP3M Universitas Nurul Jadid Achmad Fawaid. Tetapi sayangnya kualitas tulisan artikel yang disubmit ke Jurnal Guyub (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) di Universitas Nurul Jadid menurutnya belum memenuhi standar penulisan artikel ilmiah yang benar dan baik.

Menganggapi kondisi tersebut, Deny selaku narasumber menyarankan agar dibuatkan template penulisan artikel Jurnal Guyub secara detail. “Pengelola jurnal harus siap menolak tulisan yang tidak sesuai dengan template yang sudah disusun, kalau dikasih kelonggaran maka dosen selamanya tidak akan belajar, terus sampai kapan harus seperti itu,” tegasnya setelah memparkan materi penulisan artikel pengabdian.

H. Hambali selaku Wakil Rektor I yang menyimak pemaparan narasumber dari awal hingga akhir juga turut memberikan arahan kepada para peserta, khususnya kepada dosen Universitas Nurul Jadid. Kewajiban dosen menurutnya adalah tri dharma, yakni pengajaran (pendidikan), penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Pelaksanaan tri dharma tidak hanya bermanfaat bagi dosen sendiri, tetapi juga meningkatkan reputasi perguruan tinggi, begitupun sebaliknya jika ada dosen yang hanya mengajar tanpa melaksanakan penelitian dan pengabdia kepada masyarakat tidak hanya mempersulit dirinya tetapi juga menurunkan reputasi perguruan tingginya,” ungkapanya. Dia mengajak para dosen benar-benar memahaminya. (TIM)

Sidebar Menu