Pelatihan bagi Pegiat Sosial, Pusat Kajian Pedesaan UNUJA Datangkan Fasilitator dari Majalah Tempo

(Minggu, 28/03/2021) - Sebagai bentuk respon terhadap isu strategis bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Pusat Kajian Pedesaan dan Agrikultur Universitas Nurul Jadid menyelanggarakan Pelatihan Analisis Sosial (Ansos) bagi dosen, mahasiswa, dan pegiat sosial lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring, diikuti oleh 25 peserta luring di Aula Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid dan 30 peserta daring via Zoom.

Ketua Pusat Kajian Pedesaan dan Agrikultur yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kagiatan Ansos, menyampaikan pentingnya kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bertujuan untuk membekali dosen baik teoretis maupun praktis untuk menghubungkan penelitian dan manfaatnya yang nyata bagi masyarakat,” tegasnya. Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan prioritas yang telah ditetapkan dalam Rapat Kerja Tahunan di Browo View Hotel beberapa waktu yang lalu.

Wakil Rektor III, Noer Fadli Hidayat juga menyampaikan dukunganya terhadap pelaksanaan kegiatan Pelatihan Ansos tersebut. Kualitas riset lapangan, menurut Fadli, sangat tergantung pada penguasaan analisis sosial. “Kalau ada dosen yang bingung menentukan topik penelitian sosial, bagaimana mengumpulkan data, hingga bagaimana menganalisis datanya, maka itu kemungkinan karena rendahnya kemampuan Ansos,” tambahnya.

Kegiatan yang mendatangkan Abdul Manan, salah seorang redaktur Majalah Tempo dan Anggota Majelis Etik AJI (Aliansi Jurnalis Independen), ini dimulai hari pertama jam 09.05 dengan materi teori-teori Ansos secara umum dan dilanjutkan materi praktik Ansos setelah ishoma. Antusiasme peserta tetap tinggi yang dibuktikan dengan kehadiran mereka dan partisipasi mereka dalam dialog dengan fasilitator.

Rangkaian acara hari ke-2 adalah kunjungan dan Focus Group Discussion (FGD) bersama warga daerah binaan Universitas Nurul Jadid di Wilayah Pesisir Mandaran, Besuki, Situbondo. Para peserta ditugaskan untuk menjawab instrumen Ansos dalam memahami karakteristik masyarakat di bidang ekonomi, kesehatan, manajemen, dan keagamaan.

Dalam sambutannya menerima kunjungan peserta pelatihan, Ketua Paguyuban PAKULIMA Mandaran Pesisir Joko Malis mengisahkan perjalanan panjang kerjasama Universitas Nurul Jadid dengan warga Paguyuban Mandaran dalam melakukan perubahan dan perbaikan di wilayahnya. “Bagi kami, kedatangan teman-teman dari UNUJA ini adalah berkah tersendiri, dan hasilnya sudah kami rasakan bersama setelah didirikannya paguyuban yang salah satunya diinisiasi oleh Bapak Hambali selaku Wakil Rektor I UNUJA,” tegasnya.

Senada dengan Joko, Kepala Desa Pesisir Besuki, Ahmad, juga juga mengutarakan apresiasi terhadap perhatian UNUJA dalam memakmurkan salah satu warga di wilayahnya. “Semoga kegiatan ini akan terus berlanjut dan memberi manfaat bagi warga kami baik di wilayah Mandaran maupun di wilayah-wilayah lain,” ungkap Ahmad dalam sambutannya. Kegiatan ini ditutup dengan ramah-tamah dan makan bersama hasil produk olahan ikan di wilayah Pesisir Mandaran. (NH)

Sidebar Menu