Naik Kluster Madya, UNUJA Adakan Workshop dan Perkuat Jabatan Fungsional Dosen

Kamis (12/03/2020) - Semangat dosen dalam mengikuti Workshop Bimbingan Penyusunan Proposal Hibah dan Road Map Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kluster Madya cukup tinggi. Hal ini terlihat dengan banyaknya dosen yang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Nurul Jadid.

Kegiatan yang diselenggakan selama 2 hari (Rabu-Kamis) di Wisma Dosen tersebut menghadirkan Prof. Ir. Sukamto, M.S Reviewer Nasional Kemenristek-BRIN dari Universitas Widya Gama Malang sebagai instruktur. Menurut Achmad Fawaid Kepala LP3M Universitas Nurul Jadid, terdapat 4 materi yang akan didiskusikan dalam worksop dan membutuhkan bimbingan Prof. Kamto (panggilan akrabnya), antara lain: Manajemen Penyusunan dan Pengajuan Penelitian, Manajemen Pelaporan dan Inovasi Penelitian, Manajemen Penyusunan dan Pengajuan PKM, dan Manajemen Pelaporan dan Inovasi PKM. “Dengan materi-materi ini diharapkan para dosen mendapatkan gambaran yang detail dan membekali mareka agar dapat berpartisipasi dalam memperoleh hibah penelitian dan PKM,” harapnya.

Wakil Rektor III yang membidangi Penelitian dan Pengabdian, M. Noer Fadli Hidayat menyambut baik kegiatan workshop tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi Dosen Universitas Nurul Jadid agar dapat berpartisipasi untuk mendapatkan hibah dari Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-BRIN) di bidang Penelitian dan PKM, sehingga dapat mempertahankan Klaster Madya yang dicapai Universitas Nurul Jadid tahun ini di bidang penelitian, apalagi dapat meningkat ke Utama,” tegasnya dihadapan para peserta Workshop. Dia juga berharap peningkatan klaster dari Binaan ke Madya dapat diikuti peningkatan klaster di bidang pengabdian.

Hanya saja, menurut Prof Kamto, skema-skema yang bisa diakses oleh Universitas Nurul Jadid selaku perguruan tinggi yang menempati klaster madya memerlukan persyaratan-persyaratan lebih berat baik secara administratif maupun konten proposalnya. “Semakin tinggi kluster perguruan tinggi, semakin banyak skema penelitian dan PKM yang bisa diakses, tapi semakin tinggi pula standar proposal yang layak dan lolos, seperti persyaratan kompetensi dosen yang menjadi ketua peneliti harus memiliki Jabatan Fungsional minimal Lektor, atau kualifikasi S3, dan atau dari segi konten harus memiliki road map dan lain sebagainya,” tegasnya.

Menyikapi peningkatan standar kompetensi dan kualifikasi dosen untuk mengakses skema-skema penelitian bagi Perguruan Tinggi Kluster Madya seperti yang disampaikan Prof. Kamto, H. Hambali selaku warek I yang membidangi Sumber Daya Manusia (SDM) menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal peningkatan kepangkatan dan kualifikasi pendidikan Dosen Tetap Universitas Nurul Jadid. “Saat ini kita sudah memiliki beberapa dosen dengan kepangkatan lektor dan juga terus terjadi peningkatan juga di bidang kualifikasi dosen, setiap tahun doktor kita terus bertambah,” ungkapnya. Hambali juga menyarankan agara dosen yang belum memenuhi syarat administartif tetap dapat berpartisipasi dalam memperoleh hibah penelitian dan PKM dengan memanfaatkan atau berkolaborasi dengan dosen yang sudah memenuhi syarat administratif. (NH)

Sidebar Menu