Menyambut Merdeka Belajar, UNUJA Laksanakan KKN Berbasis Luaran

Sabtu (02/01/2021) - Arahan Rektorat Universitas Nurul Jadid yang didasarkan pada prinsip “Jump Two Steps Ahead”, mengandaikan perlunya langkah-langkah taktis dan strategis untuk mempercepat ketercapaian indikator kinerja perguruan tinggi di segala aspek, dan itu hanya mungkin terwujud jika seluruh unsur di UNUJA saling besinergi. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap dua dari tiga dharma perguruan tinggi, yakni penelitian dan pengabdian, LP3M (Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat) UNUJA berkewajiban mewujudkan sinergi itu secara efektif dan efisien. Sebagai bentuk pelaksanaan sinergi tersebut, LP3M UNUJA menyelenggarakan KKN Berbasis Luaran Penelitian, Pengabdian, dan Publikasi Ilmiah Kolaborasi Dosen-Mahasiswa UNUJA Tahun 2021.

Pelaksanaan KKN Berbasis Luaran ini didasarkan pada masih tingginya statistik kasus Pandemi Covid-19 di Indonesia, sementara penelitian dan pengabdian bagi dosen harus tetap berjalan sebagai syarat ketuntasan tridharma mereka, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa harus tetap berjalan sebagai syarat ketuntasan mata kuliah. Selain itu, Kebijakan Merdeka Belajar Kemendikbud RI tidak lagi menjadikan KKN sebagai prasyarat utama, tapi mensyaratkan perlunya keterlibatan mahasiswa di pengabdian dan proyek riset dosen (non-KKN), sehingga perlu program integratif antara pengabdian dosen dan KKN mahasiswa. Selain itu, sriteria 9 akreditasi Prodi mensyaratkan perlunya luaran (output) bagi mahasiswa antara lain dalam bentuk artikel jurnal penelitian, artikel jurnal pengabdian, Hak Cipta, dan poster produk pengabdian, sehingga perlu ada program yang memberi pengalaman menulis dan merancang luaran-luaran tersebut kepada mahasiswa.

KKN saat ini dilaksanakan dari Januari s.d. September 2021 dengan target 4 luaran wajib, yakni 1) publikasi artikel jurnal penelitian kolaborasi dosen-mahasiswa di jurnal penelitian (wajib); 2) publikasi artikel jurnal pengabdian kolaborasi dosen-mahasiswa di jurnal pengabdian (wajib); 3) Hak Cipta artikel penelitian (wajib); 4) Poster produk pengabdian (wajib); dan 5) Luaran-luaran tambahan, seperti buku, video, berita, prototipe, dan sebagainya (tidak wajib)

Menurut Kepala LP3M UNUJA, Achmad Fawaid, KKN tahun ini memang sedikit out of the box, karena menurutnya KKN konvensional 40 hari tidak memberi banyak peluang bagi pengembangan institusi. “KKN konvensional itu nanggung, umumnya bersifat kick and run (datang, pulang, tanpa tindak lanjut), tumpukan berjilid-jilid laporan di kantor LP3M dan berakhir di tempat loakan, sehingga perlu ada program yang memberi nilai lebih kepada mahasiswa dalam pengalaman riset dan pengabdian. Dengan KKN Berbasis Luaran ini, maka ia bisa menyumbang poin besar pada akreditasi prodi, institusi, dan pemeringkatan PT di bidang penelitian dan pengabdian. Ini sesuai dengan kebijakan Merdeka Belajar Kemendikbud RI,” paparnya dalam sosialisasi kegiatan KKN kepada para mahasiswa dan dosen melalui Zoom pada 02 Januari 2021. [Edy]

Sidebar Menu