Menandai Kluster Madya, LP3M Laksanakan Penandatanganan 17 Kontrak Hibah Penelitian Kemenristekdikti

Selasa (01/09/2020) - Dalam rangka mempercepat proses pencairan dana hibah penelitian Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2020, Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Nurul Jadid menyelenggarakan kegiatan penandatangan kontrak antara LP3M dengan para peneliti. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan LP3M dalam mengawal dan menfasilitasi seluruh rangkain kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen tetap Universitas Nurul Jadid mulai pengajuan proposal, perbaikan usulan, penandatangan kontrak, pencairan dana, pelaporan, hingga seminar hasil.

Berdarkan daftar usulan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang didanai Kemenristekdikti tahun 2020, terdapat 17 penelitian dari dosen tetap Universitas Nurul Jadid yang disetujui. Usulan yang disetujui adalah usulan penelitian dengan skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) kategori Penelitian Kompetitif Nasional. Jumlah ini lebih sedikit dari tahun 2019 yang mampu meloloskan 20 penelitian dengan skema yang sama. Tetapi jika dinilai berdasarkan jumlah dana hibah yang diterima, tahun 2020 mengalami peningkatan yakni Rp. 329.500.000 dari 17 penelitian, sementara tahun 2019 memperoleh 319.460.000 dari 20 penelitian. Peningkatan jumlah dana yang diterima ini menurut kepala LP3M Achmad Fawaid menunjukkan dalam pembuatan Rencana Anggaran Belanja (RAB) sudah lebih baik dari sebelumnya, sehingga pada tahun 2020 mayaoritas penelitian yang didanai kemenristekdikti memperoleh dana maksimal yaitu Rp. 20.000.000.

Mengenai rencana usulan hibah tahun 2020 untuk pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada mayarakat tahun 2021, Achmad Fawaid mengimbau agar seluruh dosen tetap Universitas Nurul Jadid dapat berpartisipasi lebih maksimal lagi dengan memanfaatkan skema-skema dengan dana lebih besar. “Pada tahun 2020 ini, Klaster Universitas Nurul Jadid sudah naik satu tingkat dari Binaan menjadi Madya, artinya usulan hibah penelitian tahun 2020 untuk pelaksanaan tahun 2021, dosen Universitas Nurul Jadid tidak bisa lagi mengakses penelitian dengan Skema PDP, ungkapnya di hadapan para penerima hibah PDP.

Achmad Fawaid menambahkan, bahwa skema yang bisa dimanfaatkan adalah skema penelitian yang sesuai dengan klaster madya seperti dalam kategori Penelitian Kompetitif Nasional dosen tetap Universitas Nurul Jadid dapat mengakses skema penelitian selain PDP. “yang terbaru setelah Universitas Nurul Jadid berada pada klaster Madya, masing-masing dosen tetap Universitas Nurul Jadid dapat mengakses Penelitian Kategori Desentralisasi dimana skema-skemanya antara lain Skema Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi (PDUPT), Skema Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT), dan Skema Penelitian Pengembangan Unggulan Perguruan Tinggi (PPUPT), semua skema ini tidak bisa diakses perguruan tinggi yang masih klaster binaan,” tambahnya.

Di hadapan para penerima hibbah, Achmad Fawaid sangat berharap dosen-dosen yang selama ini selalu berpartisipasi dalam mengakses dana hibah penelitian dan pengabdian kepada masrakat dari kemenristekdikti, dapat mempelajari pembuatan proposal penelitian dengan skema-skema terbaru. Hal yang penting adalah kolaborasi antar dosen yang mempunyai kepangkatan lektor dan kualifikasi pendidikan doktor dengan dosen yang kepangkatan dan kualifikasinya berada dibawahnya. Karena skema-skema yang bisa dimanfaatkan perguruan tinggi dengan klaster madya memerlukan dosen dengan kepangkatan dan kualifikasi tersebut sebagai ketua peneliti.

Setelah Achmad Fawaid menyampaikan beberapa poin penting, akhirnya tiba pada kegiatan penandatanganan kontrak. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan dilanjutkan dengan proses transfer dana hibah ke rekening masing-masing peneliti sesuai nominal yang ditetapkan kemenristekdikti. “Selamat bekerja dan semoga lancar,” demikian ungkapan penutup Achmad Fawaid kepada para peneliti. (NH)

Sidebar Menu