LP3M UNUJA Laksanakan Pendampingan dan Pelatihan Proposal Kemenristek-BRIN RI Tahun 2020

Minggu (25/10/20) Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam memperoleh danah hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kementristek/Brin), Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Nurul Jadid, melaksanakan kegiatan Pendampingan dan Pelatihan Strategi Penulisan Proposal Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemenristek-Brin usulan tahun 2020 pelaksanaan tahun 2021 bagi didosen tetap Universitas Nurul Jadid.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan aplikasi zoom pada pukul 15.00 WIB, dibuka oleh M. Noer Fadli Hidayat selaku Wakil Rektor 3 Universitas Nurul Jadid yang membidangi penelitian dan pengabdian. Sementara yang menjadi Narasumber adalah Dr. Deny Utomo, S.Pi., M.P., Ketua LP2M Universitas Yudharta (2019-2024). Dalam sambutannya bapak Fadli menyampaikan bahwa Universitas Nurul Jadid sudah naik pringkat dari Binaan ke Madya, tentu peningkatan ini harus dipertahankan bahkan bisa ditingkatkan menjadi mandiri. “Peran bapak ibu dosen dalam meningkatkan kinerja penelitian dan pengabdian sangat menentukan pemeringkatan dan klasterisasi Universitas Nurul Jadid di antara perguruan tinggi lainnya,” tegasnya. “saya berterima kasih kepada LP3M yang telah menginesiasi kegiatan yang sangat bermanfaat seperti ini, semoga usulan tahun ini tambah meningkat dengan banyaknya proposal yang didanani baik skema-skema dalam penilitian maupun pengabdian,” tambahnya.

Kepala LP3M selaku host dalam kegiatan tersebut, banyak menyampaikan masalah-masalah teknis seputar penulisan proposal, khusunya proposal PKM yang sangat jarang lolos didanai DRPM. “Kegagalan beberapa proposal yang memperoleh dana hibbah, kalau dicermati problemnya beragam, ada yang problem administrasi seperti kesesuai format, ketersedian lembar pengesahan, persetujuan kemitraan, kompetensi pengsusul dan lain-lain, ada juga persoalan substansi sperti judul yang masih bias penelitian, ketajaman analisis situasi, ketersediaan dokumen foto dan lain sebagainya,” tegasnya sambil memimpin jalannya kegiatan. “saya berharap bapak Deny dapat memberikan pencerahan terkait masalah-masalah seperti ini,” harapnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung hingga 2 jam tersebut, nampaknya sesuai dengan harapan kepala LP3M. Bapak Deny yang sudah sering mendapatkan dana hibah PKM sejak 2013 banyak menyampaikan tips dan trik agar proposal bisa didanai. Salain itu Narasumber juga menunjukkan judul-judul dan tempale proposal PKM yang sangat diharapkan dan dibutuhkan para dosen. Kegiatan ini ditutup hingga menjelang maghrib dan tetap diikuti 50an peserta yang terdiri dosen tetap Universitas Nurul Jadid. (Edi)

Sidebar Menu