KKN UNUJA 2019 Berlangsung 4 Bulan, Prioritaskan Desa-Desa Mitra

Senin (29/07/2019) – Dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas PkM dosen, LP3M menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berintegrasi dengan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen. Hal ini disampaikan dalam acara “Sosialisasi dan Pembekalan KKN-PkM UNUJA Tahun 2019 kepada DPL dan Mahasiswa”. Acara yang dihadiri oleh para DPL dan sekitar 600 mahasiswa di Aula MANJ ini menghasilkan beberapa poin penting tentang konsep besaran KKN-PkM tahun 2019.

Menurut Kepala LP3M UNUJA, Achmad Fawaid, M.A., M.A., pelaksanaan KKN-PkM tahun ini sudah berubah dari KKN tahun-tahun sebelumnya. KKN tahun ini berlangsung kurang lebih 4 bulan (Juli – November), sementara KKN sebelumnya hanya berlangsung selama 40 hari. Pada tahun lalu, DPL tidak memiliki kewajiban untuk mengumpulan laporan PkM, namun pada tahun ini DPL yang rata-rata terdiri dari dosen tetap UNUJA wajib menyerahkan laporan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bagian dari kewajiban Tri Dharma mereka, termasuk video dokumenter dan berita jurnalistik. Hal ini juga dilakukan dalam rangka meningkatkan potensi laporan KKN-PkM untuk hibah Simlitabmas Ristekdikti, Litapdimas Kemenag RI, dan PkM 5 bidang dan PHBD oleh Belmawa Ristekdikti.  

Selain kewajiban PkM dosen yang berintegrasi dengan KKN mahasiswa, KKN tahun ini juga diharapkan bisa bertempat di lokasi-lokasi yang sudah direncanakan dalam 5 tahun ke depan. “Tahun ini, plotting lokasi ditentukan oleh LP3M berdasarkan rencana strategis di lokasi-lokasi mitra selama 5 tahun ke depan. Jadi, harapannya, sudah tidak akan ada lagi lokasi-lokasi yang mubazir, karena prioritas kami adalah di desa-desa mitra dan lokasi-lokasi penyangga Nurul Jadid.” Pada tahun ini pula, segala mekanisme pendaftaran dan pendataan dilakukan secara online melalui aplikasi Siamtek, sehingga diharapkan kesalahan input data menjadi lebih kecil kemungkinannya. [AF]

Sidebar Menu