Audiensi Bersama BAPPEDA, LP3M Rancang PkM Tematik

Senin (02/03/2020) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas tema-tema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan isu strategis Kabupaten Probolinggo, Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Nurul Jadid mengadakan audensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di ruang meeting Bappeda, hadir beberapa perwakilan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Probolinggo, di antaranya: Sentot Triadi (Kepala Bidang Program dan Litbang Bappeda), Hestiyanto (Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah), Totok (Kepala Bidang Budaya dan Pariwisata Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Ali Kusno (Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik), Iskandar (Kepala Bidang Kesiap-siagaan dan Pencegahan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Rosi (Kepala Bidang Pendidikan Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), dan beberapa staff Bappeda lainnya. Sementara itu, perwakilan LP3M dihadiri oleh seluruh personalianya mulai dari Kepala, Kabid Penerbitan, Kabid Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta staff.

Pertemuan kedua antara LP3M dengan Bappeda tersebut diselenggarakan atas inisiasi LP3M sebagai bentuk pelaksanaan komitmen bersama yang disepakati pada pertemuan pertama tanggal 14 Agustus 2019 tentang kesepakatan dalam penyusunan tema-tema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan program prioritas pembangunan Kabupaten probolinggo. Sehingga, dalam pertemuan tersebut, Bappeda langsung mulai mensosialisasikan hal-hal yang berhubungan dengan kondisi ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya yang disusun menjadi isu-isu strategis Kabupaten Probolinggo hingga program prioritasnya.  Triadi mengatakan, “Persoalan utama Kabupaten Probolinggo masih sama, yakni kemiskinan yang berdasarkan data BPS, peringkatnya nomor 5 termiskin setelah 4 Kabupaten di Pulau Madura. Kami berharap program penelitian dan pengabdian Perguruan Tinggi seperti Universitas Nurul Jadid dapat menyentuhnya,” tambahnya.

Menanggapi harapan Bappeda, Achmad Fawaid selaku kepala LP3M, setelah menyelesaikan presentasi Rencana Strategis (Renstra) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, berkomitmen akan mengarahkan sebagian tema penelitian dan pengabdian yang akan dilakukan dosen dan mahasiswa sesuai isu strategis Kabupaten Probolinggo. “InsyaAllah pada tahun 2020 ini LP3M akan menyelenggarakan pengabdian tematik yang berhubungan dengan isu kemiskinan,” tegasnya. Komitmen LP3M ini disambut baik oleh perwakilan masing-masing OPD sehingga mereka satu- persatu mempresentasikan program prioritas dari unit kerja masing-masing. Secara umum mereka bersedia memberikan pembekalan teknis penelitian dan pengabdian yang sesuai bidangnya.

Selain itu, pertemuan yang berlangsung selama 1.30 menit tersebut menurut Fawaid sangat penting untuk membuka akses terhadap data-data yang berhubungan dengan kondisi real masyarakat Probolinggo dan potensi alamnya seperti dokumen Rencana Pmbangunan Jangka Menengah (RPJM) mulai tingkat desa hingga kabupaten, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kecamatan-kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, dan Indeks Desa Membangun (IDM) se-Kabupaten Probolinggo. Selama ini dosen-dosen UNUJA, menurut Fawaid, kurang memiliki akses terhadap data-data tersebut. Hal ini bisa dilihat dari minimnya proposal pengabdian yang lolos hibah baik dari Kementrian Agama (Kemenag) maupun Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kementristekdikti). [NH]

Sidebar Menu